CARA YANG TEPAT MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA BUAH APEL

CARA YANG TEPAT MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA BUAH APEL

CARA MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN APEL

 

 

 

HAMA DAN PENYAKIT BUAH APEL – Hama dan penyakit yang menyerang tanaman apel dapat merusak pohon, bunga, dan buah. Hal ini dapat mengurangi kualitas buah bahkan akan mengurangi produksi yang akhirnya dapat merugikan petani apel. Oleh karena itu petani apel harus mengetahui hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman apel dan bagaimana cara mengendalikannya.Dengan teknik penanaman dan penanggulangan menggunakan Pupuk Organik nasa dan
pestisida organik Nasa yang telah terbukti mampu meningkatkan produktifitas apel dan menekan /menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman apel.Sehingga membuat para petani untuk menikmati hasil yang lebih melimpah pada tanaman apel mereka.

 

HAMA PADA TANAMAN APEL

Kutu Daun Hijau (Aphis pomi Geer )

Gejala : Serangan hama ini bermula menghambat pembungaan dan bila berbuah mengakibatkan buah-buah muda gugur atau menurunkan mutu/kualitas buah. Pada serangan hebat mengakibatkan tidak terjadi pembuahan.

Cara pengendaliannya :

  • Dengan sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam.
  • Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50% dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar tanaman apel yang mau ditanamkan

Tungau atau Spider mite atau Cabuk Merah ( Panonychus ulmi ) mengakibatkan bercak coklat.

Cara pengendaliannya :

  • Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
  • Atau menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.

Thrips ( keriting daun ) menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan.

Cara pengendaliannya:

  • Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
  • Apabila Thrips daunnya sudah parah bisa di lakukan penyemprotan Natural Pentana dengan cara ( PENTANA + Aero-810) dosis ( 3 + 1/4 ) tutup / tangki semprot,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali di sore hari.

Ulat Daun ( Spodoptera litura ) timbul bekas luka pada kulit buah.

Cara pengendaliannya :

  • Dengan membuang kelompok telur ulat sebelum menetas.
  • Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.

Serangga Penghisap Daun ( Helopheltis sp ) menghisap cairan sel dan timbul bercak-bercak coklat, nekroses dan dapat mengakibatkan buah pecah.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan membungkus buah dengan plastik.
  • Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.

Lalat Buah ( Rhagoletis pomonella )

Gejala : larva memakan daging buah yang mengakibatkan buah menjadi benjol-benjol, timbul lubang-lubang, dan akhirnya membusuk.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan membungkus buah.
  • Ditangkap dengan menggunakan Produk Nasa yaitu Metilat,dengan cara di oleskan di botol warna putih lalu di tancapkan sekitar 20 Pcs dengan jarak sekitar 20 m.

 

 

 

 

PENYAKIT PADA TANAMAN APEL

Embun Tepung atau Powdery Mildew (Podosphaera leucoticha ) berwarna kecoklatan dan pada buah tua warna kulit menjadi coklat muda/seperti sawo.

Cara pengendaliannya :

  • Dengan membersihkan rumput di sekitar tanaman dan memotong bunga atau buah muda yang terinfeksi, dikumpulkan kemudian dibakar.
  • Olah tanah yang bagus dengan memakai
    Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar Apel yang mau ditanamkan
  • Penyemprotan dengan menggunakan
    Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
  • Atau menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.

Bercak Daun ( Marssonina coronaria J.J. Davis )

Berumur 4-6 minggu setelah perompesan (pemotongan ranting dan daun yang tidak produktif). Mulanya pada daun timbul bercak putih tidak teratur, berwarna coklat, permukaan atas timbul titik hitam, dimulai dari daun tua, daun muda hingga seluruh bagian gugur.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan mengatur jarak tanam tidak terlalu rapat
  • Bagian yang terserang dibuang dan dibakar.
  • Olah tanah yang bagus dengan memakai
    Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50% dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar tanaman Apel yang mau ditanamkan
  • Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.

Jamur Upas

Gejala: meliputi 4 stadium, yaitu:

  • Stadium laba-laba : jamur membentuk miselium tipis menyerupai sarang laba-laba dan belum menembus jaringan.
  • Stadium bongkol : miselium jamur mulai membentuk hifa dan menginfeksi kulit.
  • Stadium Cortisium : jamur membentuk kerak berwarna merah jambu dan makin tua berubah warna menjadi lebih muda atau putih. Pada fase ini infeksi sudah parah dan pada kulit kayu di bawah kerak telah membusuk dan mongering.
  • Stadium Necator: jamur membentuk bulatan-bulatan kecil berwarna merah tua, bagian pinggiran busuk dan mongering.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan membersihkan rumput dan mengurangi kerimbunan tajuk, mengurangi kelembaban kebun, menghilangkan bagian tanaman yang sakit dan lukanya ditutup dengan ter atau obat penutup luka.
  • Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar Apel yang mau di tanamkan.

Busuk Buah ( Gloeosporium Sp.) maupun di gudang panen.

Mula-mula timbul bercak kecil kehijau-hijauan, membusuk, berbentuk bulat, selanjutnya bercak berubah warca menjadi coklat dan terdapat bintik-bintik berwarna hitam. Pada akhirnya warna buah menjadi oranye.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan memetik buah tidak terlalu masak. Kemudian menanam varietas yang tahan penyakit.
  • Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar Apel yang mau di tanamkan.

Busuk Akar (Armilliaria Melea )

Daerah dingin basah, ditandai dengan layu daun lalu daun gugur, dan kulit akar membusuk.Cara pengendaliannya :

  • Secara teknis, tanaman apel yang terserang dicabut sampai akar-akarnya dan bekas lubangnya tidak ditanami selama setahun.
  • Olah tanah yang baik dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar Apel yang mau di tanamkan.

 

 

Jika Anda Butuh Bantuan, Atau pun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

WA / TELP/ SMS

0857 4119 9403

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.